Cirinya adalah
1) Bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia modern,
2) Temanya tidak hanya tentang adat atau kawin paksa, tetapi mencakup masalah yang kompleks, seperti emansipasi wanita, kehidupan kaum intelek, dan sebagainya,
3) Bentuk puisinya adalah puisi bebas, mementingkan keindahan bahasa, dan mulai digemari bentuk baru yang disebut soneta, yaitu puisi dari Italia yang terdiri dari 14 baris,
4) Pengaruh barat terasa sekali, terutama dari Angkatan ’80 Belanda,
5) Aliran yang dianut adalah romantik idealisme, dan
6) Setting yang menonjol adalah masyarakat penjajahan.
Minggu, 06 November 2011
Puisi Angkatan 20-an
II
Bilakah bumi bertabur bunga,
disebarkan tangan yang tiada terikat,
dipetik jari, yang lemah lembut,
ditanai sayap kemerdekaan rakyat?
Bilakah lawang bersinar Bebas,
ditinggalkan dera yang tiada berkata?
Bilakah susah yang beta benam,
dihembus angin kemerdekaan kita?
Disanalah baru bermohon beta,
supaya badanku berkubur bunga,
bunga bingkisan, suara syairku.
Disitulah baru bersuka beta,
pabila badanku bercerai nyawa,
sebab menjemput Manikam bangsaku.
Dari: Percikan Permenungan
Oleh: Rustam Effendi (Angkatan Balai Pustaka)
Bilakah bumi bertabur bunga,
disebarkan tangan yang tiada terikat,
dipetik jari, yang lemah lembut,
ditanai sayap kemerdekaan rakyat?
Bilakah lawang bersinar Bebas,
ditinggalkan dera yang tiada berkata?
Bilakah susah yang beta benam,
dihembus angin kemerdekaan kita?
Disanalah baru bermohon beta,
supaya badanku berkubur bunga,
bunga bingkisan, suara syairku.
Disitulah baru bersuka beta,
pabila badanku bercerai nyawa,
sebab menjemput Manikam bangsaku.
Dari: Percikan Permenungan
Oleh: Rustam Effendi (Angkatan Balai Pustaka)
puisi angkatan 20 an
MENGELUH
Bukanlah beta berpijak bunga,
melalui hidup menuju makam.
Setiap saat disimbur sukar
bermandi darah dicucurkan dendam
Menangis mata melihat makhluk,
berharta bukan berhakpun bukan.
Inilah nasib negeri anda,
memerah madu menguruskan badan.
Ba’mana beta bersuka cita,
ratapun rakyat riuhan gaduh,
membobos masuk menyapu kalbuku.
Ba’mana boleh berkata beta,
suara sebat sedanan rusuh,
menghimpit masah, gubahan cintaku.
Bukanlah beta berpijak bunga,
melalui hidup menuju makam.
Setiap saat disimbur sukar
bermandi darah dicucurkan dendam
Menangis mata melihat makhluk,
berharta bukan berhakpun bukan.
Inilah nasib negeri anda,
memerah madu menguruskan badan.
Ba’mana beta bersuka cita,
ratapun rakyat riuhan gaduh,
membobos masuk menyapu kalbuku.
Ba’mana boleh berkata beta,
suara sebat sedanan rusuh,
menghimpit masah, gubahan cintaku.
Minggu, 03 April 2011
Tips Pacaran Long Disctance
Cinta memang tak kenal tempat dan waktu, dimana saja perasaan itu bisa bersemi. Karena itu banyak bermunculan pasangan yang berbeda jarak dipisahkan, sungai, gunung, laut, sampai benua.
Pasangan semacam ini memang punya tantangan sendiri. Jika kepercayaan dan cinta tak terlalu kuat, hubungan bisa gampang berantakan. Sebelum itu terjadi, itulah yang dimaksud dengan LDR (Long Distance Relationship) baca dulu tips ini:
Pasangan semacam ini memang punya tantangan sendiri. Jika kepercayaan dan cinta tak terlalu kuat, hubungan bisa gampang berantakan. Sebelum itu terjadi, itulah yang dimaksud dengan LDR (Long Distance Relationship) baca dulu tips ini:
Rabu, 30 Maret 2011
Kasih yang telah pergi
Kasih..
Kini qau t’lah prg meningglkn diri que sndri..
Kini tiada lg dirimu dlm byangan ilusi..
Kasih..
Sungguh berat hti ini mlupakn dirimu..
Tak sanggup..
Ithu lah kta yg ad d pkiran que..
Tapi, smw’na sudah brakhir..
Qau kini tlah prg..
Prg meningglkn cnta que..
Kasih..
Aqu hanya dpt mengucapkn “Trimakasih untuk cintamu kpdaku slma ini”..
Akan que coba mlupakn mu..
Mlupakn cinta yg t’lah prg..
Kini qau t’lah prg meningglkn diri que sndri..
Kini tiada lg dirimu dlm byangan ilusi..
Kasih..
Sungguh berat hti ini mlupakn dirimu..
Tak sanggup..
Ithu lah kta yg ad d pkiran que..
Tapi, smw’na sudah brakhir..
Qau kini tlah prg..
Prg meningglkn cnta que..
Kasih..
Aqu hanya dpt mengucapkn “Trimakasih untuk cintamu kpdaku slma ini”..
Akan que coba mlupakn mu..
Mlupakn cinta yg t’lah prg..
kelam
tak q dengar desah angin mlam
Bhkn bintang pujaan tlah tenggelam
Mlam begitu mencekam
Tpi q hanya mmpu terdiam
Oh para dewa yg msh blm tertidur
Semoga gundah ini akn lebur
Buat lah q agar dpt terhibur
Dn jgn kau biarkn hati ini gugur
Perdengarkn denting suara sahdu mu
Perlihatkan rona indah wajah mu
Krna q hanya ingin bahagia
Dlm dekapan nya yg pnh cinta
Bhkn bintang pujaan tlah tenggelam
Mlam begitu mencekam
Tpi q hanya mmpu terdiam
Oh para dewa yg msh blm tertidur
Semoga gundah ini akn lebur
Buat lah q agar dpt terhibur
Dn jgn kau biarkn hati ini gugur
Perdengarkn denting suara sahdu mu
Perlihatkan rona indah wajah mu
Krna q hanya ingin bahagia
Dlm dekapan nya yg pnh cinta
Aku Padamu
Waktu yang menbawa bersamamu
Menempuh angin yang berlalu
Sekedar tuk menyapa rinduku
Dari sejuta harapan
Tersirat keengganan
Tak sangggup tuk membisu
Membisu bahwa diriku ini pemujamu . .
