Welcome to Ri-Yo blog, Blog Kecil Nan Damai
RSS

Minggu, 06 November 2011

Lahirnya puisi angkatan 60-an


Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis.

Contoh puisi ankatan 50-an

ADA TILGRAM TIBA SENJA
W.S. RENDRA

Ada tilgram tiba senja
Dari pusar kota yang gila
Disemat di dada Bunda.
(BUNDA LETIHKU TANDAS KE TULANG
ANAKDA KEMBALI PULANG)
Kapuk randu! Kapuk randu!
Selembut tudung cendawan
Kuncup-kuncup di hatiku
Pada mengembang bermekaean.

Dulu ketika pamit mengembara
Kuberi ia kuda bapanya
Berwarna sawo muda
Cepat larinya
Jauh perginya.

Dulu masanya rontok asam jawa
Untuk apa kurontokkan air mata.?
Cepat larinya
Jauh perginya.

Lelaki yang kuat biarlah menuruti darahnya
Menghunjam ke rimb dan pusar kota
Tinggal Bunda di rumah menepuki dada
Melepas hari tua, melepas doa-doa
Cepat larinya
Jauh perginya.

Elang yang gugur tergelatak
Elang yang gugur terrebah
Satu harapku pada anak
Ingat’kan pulang panila lelah

Kecilnya dulu meremasi susuku
Kini letih pulang ke ibu
Hartiku tersedu
Hatiku tersedu.

Bunga randu! Bunga randu!
Anakku lanang kembli kupangku.

Darah, o, darah
Ia pun lelah
Dan mengerti artinya rumah.

Rumah mungil berjendela dua
Serta bunga di abndulnya
Bukankah itu mesra?

Ada podang pulang ke sarang
Tembangnya panjang berulang-ulang,
Pulang, ya pulang, hai petualang!

Ketapang. Ketapang yang kembang
Berumpun di perigi tua
Anankku datang anankku pulang
Kembali kucium, kembali kuriba

(Ballada orang-orang tercinta, 1959 : 26-27)

Prosa puisi angkatan 50-an

prosa
1.cerita perang mulai berkurang
2.menggambarkan kehidupan sehari-sehari
3.kehidupan pedesaan dan daerah mulai digarap seperti tampak dalam novel Toha Mochtar pulang, Bokor Hutasuhut : Penakluk Ujung Dunia, dan cerpen-cerpen Bastari Asnin : Di Tengah Padang dan cerpen-cerpen Bastari Asnin Di Tengah Padang dan cerpen-cerpen Yusah Ananda
4.banyak mengemukakan pertentangan-pertentangan politik.
Visi-misi dari angkatan 50 ini adalh .Memantulkan kehidupan masyarakat yang masih harus terus berjuang dan berbenah di awal-awal masa kemerdekaan lewat karya sastra. Menghadirkan karya sastra Indonesia dengan menggunakan bahan dari sastra dan kebudayaan Indonesia sendiri.

Ciri-ciri puisi ankatan 50-an

cirri struktur estetik
puisi :
1.gaya epik (bercerita) berkembang dengan berkembngnya puisi cerita dan balada, dengan gaya yang lebih sederhana dari puisi lirik.
2.gaya mantra mulai tampak balada-balada
3.gaya ulangan mulai pada berkembang (meskipun sudah dimulai oleh angkatan 45)
4.gaya puisi liris pada umumnya masih meneruskan karya gaya angkatan 45.
5.gaya slogan dan retorik makin berkembang.

Contoh puisi angkatan 45-an

Aku (Chairil Anwar)

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Contoh puisi angkatan 30-an

PERASAAN SENI

bagaikan banjir gulung – gemulung,

bagaikan topan seruh – menderu,

demikian rasa,

datang semasa,

mengalir, menimbun, mendesak, mengepung,

memenuhi sukma, menawan tubuh.


serasa manis sejuknya embun,

selagu merdu dersiknya angin,

demikian rasa,

datang semasa,

membisik, mengajak, aku berpantun,

mendayung jiwa ke tempat di ingin.

jika kau datang sekuat raksasa,

atau kau menjelma secantik juita,

kusedia hati,

akan berbakti,

dalam tubuh kau berkuasa,

dalam dada kau bertahta!

Contoh puisi ankatan 30-an

Anakku

engkau datang menhintai hidup

engkau datang menunjukkan muka

tapi sekejap matamu kaututup,

melihat terang anaknda tak suka.


mulut kecil tiada kau buka,

tangis teriakmu takkan diperdengarkan

alamat hidup wartakan suka,

kau diam, anaakku, kami kautinggalakn.


sedikit pun matamu tak mengerling,

memandang ibumu sakit terguling

air matamu tak bercucuran,

tinggalkan ibumu tak berpenghiburan.

kau diam, diam, kekasihku,

tak kaukatakan barang pesanan,

akan penghibur duka didadaku,

kekasihku, anakku, mengapa kain?


sebagai anak melalui sedikit,

akan rumah kami berdua,

tak anak tak insyaf sakit,

yang diderita orang tua.


tangan kecil lemah tergantung,

tak diangkat memeluk ibumu,

menyapu dadanya, menyapu jantung,

hiburkan hatinya, sayangkan ibumu.


selekas anaknda datang,

selekas anaknda pulang.


tinggalkan ibu sakit terlintang,

tinggalkan bapak sakit mengenang.


selamat jalan anaknda kami,

selamat jalan kekasih hati.

anak kami Tuhan berikan,

anak kami Tuhan panggilkan,

hati kami Tuhan hiburkan,

nama Tuhan kami pujikan.